BREAKING
  • Seorang Pemenang

    Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan pernah menjadi seorang pemenang

  • Orang Sukses dan Orang Gagal

    Orang sukses berbuat untuk memulai. Orang gagal berpikir untuk memulai.

  • Jangan Hanya Sukses

    Janganlan berusaha menjadi orang sukses saja, tetapi berusahalah menjadi orang yang penuh dengan peluang

  • Lakukan Apa Yang Harus Di Kerjakan

    Buatlah daftar apa yang harus kita kerjakan hari ini, awali dengan doa dan rasa syukur karena kita masih mempunyai kesempatan untuk berbuat dan berubah menjadi lebih baik

Jumat, 11 Februari 2011

Thamrincity gandeng puluhan UMKM Sukoharjo

Sukoharjo (Espos) – Manajemen kawasan bisnis Thamrincity Jakarta bekerjasama dengan Dinas UMKM dan Koperasi Sukoharjo menggandeng 80 pelaku usaha mikro kecil mengah (UMKM) dalam pemasaran produk daerah.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sukoharjo, Bambang Sudibyo mengatakan, kerjasama Thamrincity dengan Kabupaten Sukoharjo tersebut membuka peluang yang lebar untuk promosi hasil kerajinan lokal di tingkat nasional.

Bambang menjelaskan, pihak Thamrincity bersedia menyewakan kios secara gratis selama tiga bulan bagi 80 pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo.
“Kerjasama ini ditandai dengan pemberian fasilitas-fasilitas dari pihak Thamrincity. Di antaranya, Thamrincity mengajak 80 pelaku UMKM untuk menempati kiosnya secara gratis tanpa biaya sewa,” papar Bambang saat dijumpai wartawan di sela-sela sosialiasi kerjasama Thamrincity dengan Dinas Koperasi dan UMKM Sukoharjo, Selasa (8/2).

Sosialisasi yang digelar di ruang pertemuan Dinas Koperasi dan UMKM Sukoharjo dihadiri sekitar 70 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh kecamatan. Mereka merupakan perwakilan dan kelompok-kelompok UMKM di Sukoharjo.

Bambang melanjutkan, dalam kerjasama itu, pihak Thamrincity juga bersedia membiayai keberangkatan 80 UMKM tersebut ke Jakarta.
“Akan disediakan 2 bus untuk mengantar 80 UMKM itu. Selain itu, ada satu truk yang siap dibiayai untuk membawa barang-barang mereka. Kalau ternyata barang mereka banyak, maka diharapkan pelaku UMKM itu bisa patungan,” jelasnya.

Zona Relation Head Thamrincity, Nurlia Dewi Puspita mengatakan, kerjasama itu dilakukan karena manajemen Thamrincity berkomitmen untuk membina dan mengembangkan UMKM daerah. Potensi UMKM di Kabupaten Sukoharjo untuk dipasarkan ke tingkat nasional dinilainya sangat terbuka lebar.

“Kalau batik di Thamrincity sendiri sudah ada. Begitu juga dengan alat musik. Tapi kalau gitar yang langsung dari pengrajin seperti di Sukoharjo ini belum ada di Thamrincity, apalagi gitar dari Sukoharjo memiliki kualitas ekspor. Maka kami akan senang jika kerjasama ini bisa berlanjut dan diperpanjang,” pungkas dia. [solopos.com]

Rabu, 26 Januari 2011

Kekuatan Langkah Pertama

Langkah pertama selalu diperlukan. Perjalanan 1.000 km selalu diawali dengan langkah pertama. Bisnis besar, karir yang cemerlang, dan kehidupan sukses lainnya diawali dengan langkah pertama. Atau saat Anda memasuki kehidupan yang baru, baik dalam bisnis, karir, keluarga, dan sebagainya, Anda akan melalui langkah pertama.

Apa istimewanya langkah pertama? Langkah pertama itu berat. Seperti mobil atau sepeda motor, untuk mulai menggelinding harus menggunakan gigi satu karena memerlukan tenaga yang besar. Setelah berjalan, mobil bisa menggunakan gigi 2,3,4, dan 5. Langkah pertama juga adalah momentum. Kesulitan akan terjadi pada langkah pertama, dan itu adalah wajar. Namun, saat kita berhasil melalui langkah pertama, maka apa yang kita lakukan akan lebih lancar.

Langkah Pertama Tidak Berhasil

Banyak orang yang mengalami kegagalan pada langkah pertama. Kegagalan ini adalah wajar. Namanya juga langkah pertama, berat dan kita masih meraba-raba. Langkah pertama memang seringkali begitu sulit sehingga banyak yang gagal. Namun, bukan masalah gagal atau tidaknya yang harus menjadi perhatian Anda, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana Anda menyikapi kegagalan tersebut.

Karena kegagalan di langkah pertama itu adalah sesuatu yang wajar, maka Anda tidak perlu kecewa, tidak perlu sedih, apalagi menyerah karena putus asa. Santai saja. Berpikirlah yang jernih untuk mencari jawaban agar Anda bisa melangkah dengan benar. Tariklah nafas untuk mencari dan mengumpulkan energi untuk memulai melangkahkan kaki. Cobalah lagi dengan cara yang berbeda setelah Anda mempelajari kesalahan sebelumnya.

Langkah Pertama: Keluar Zona Nyaman

Saat Anda melakukan langkah pertama, artinya ada sedang berusaha keluar dari zona nyaman. Memang perpindahan zona selalu memerlukan energi lebih. Anda perlu energi lebih untuk mempelajari langkah-langkah yang harus Anda tempuh. Anda perlu energi sebab daya tarik zona nyaman begitu besar dan Anda harus lepas dari tarikan untuk kembali ke zona nyaman.

“Wah ternyata sulit, ini bukan untuk saya.”

“Saya tidak sanggup melakukan hal ini.”

“Saya memang tidak berbakat.”

Kata-kata diatas adalah lagu lama Anda di zona nyaman. Jangan biarkan hati Anda menyanyikan lagu-lagu ini karena Anda akan terus terlena menikmati zona nyaman. Padahal, seperti dijelaskan dalam ebook gratis saya, bahwa zona nyaman itu adalah ilusi. Tidak ada kenyamanan sejati di zona nyaman.

Sekali Anda berhasil mengayunkan langkah pertama, artinya Anda sudah berada di zona zukses. Langkah selanjutnya akan lebih mudah. Yang Anda perlukan sekarang adalah cari tahu bagaimana cara melangkah dan kumpulkan energi untuk kekuatan langkah Anda. Ingat, langkah pertama adalah titik awal keberhasilan Anda. Jangan berhenti apalagi mundur.

Langkah Pertama Seorang Bayi

Lihatlah seorang bayi yang sedang belajar berjalan. Dia mencoba berjalan, kemudian terjatuh. Mungkin dia nagis, tetapi dia berusaha lagi untuk mencoba melangkah dengan penuh keceriaan. Sampai akhirnya dia mampu berjalan dengan penuh suka cita.

Kita bisa meniru seorang bayi yang tidak pernah menyerah meski sulit untuk melangkah yang pertama. Karena kita tahu, ada keceriaan, kebahagiaan, dan keberhasilan setelah kita mampu melangkah yang pertama kali. Teruslah mencoba, teruslah melangkah meski Anda harus jatuh bangun. Belajarlah cara melangkah yang benar. Carilah bimbingan seperti seorang bayi yang dituntun oleh ibunya untuk melangkah.

Kadang, seorang ibu memperlihatkan mainan kesukaan bayinya agar mau mencoba untuk berjalan. Untuk merangsang dan menambah motivasi. Begitu juga, jika Anda merasa kehilangan motivasi, lihatlah dalam imajinasi Anda bahwa di depan ada sesuatu yang Anda inginkan. Lihatlah terus dan kejarlah dengan ceria dan penuh semangat agar langkah pertama Anda penuh energi.

Tidak berhasil pada langkah pertama itu wajar, yang penting teruslah mencoba untuk melangkah. [Rahmat Mr. Power]

Minggu, 23 Januari 2011

Mengembangkan UMKM Berbasis Kompetensi

SEJUJURNYA saya dibuat gelisah dengan kompetensi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia.Ada yang kualitasnya sudah kelas global, patut disyukuri dan tentunya tugas kita semua untuk memperbanyaknya. Namun, harus diakui jujur, jumlah yang belum siap menghadapi persaingan global masih lebih banyak.

Inilah masalah kita semua; pemerintah, Kadin, perbankan, perguruan tinggi, dan stakeholders terkait lainnya. Bagaimanapun globalisasi ekonomi akan menjadi ”monster buas” pemakan UMKM. Padahal,UMKM adalah pelaku mayoritas ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir menyebutkan ada 51,3 juta unit usaha atau 99,91 persen dari pelaku usaha di Indonesia. Artinya,keguncangan kepada UMKM akan sangat mengganggu denyut nadi ekonomi bangsa ini. Dari sisi penyerapan tenaga kerja juga terbanyak, 90,9 juta pekerja atau 97,1 persen.

Jika sampai ”monster globalisasi” memakan UMKM,ada puluhan juta anak bangsa yang nasib kesejahteraannya dipertaruhkan. Selain itu, kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) juga mencapai Rp2.609,4 triliun atau 55,6 persen dari total PDB nasional. Demikian halnya, nilai investasi yang cukup signifikan, Rp640,4 triliun atau 52,9 persen. Penciptaan devisanya pun mencapai Rp183,8 triliun atau 20,2 persen. Sebuah angka ekonomi yang menunjukkan betapa strategisnya UMKM bagi perekonomian nasional.

Beyond Mitos

Diskusi kami dengan pelaku UMKM dan para ekonom berkesimpulan, kita semua harus keluar dari mitos bahwa UMKM akan bertahan sebagaimana posisinya ketika terjadi krisis. Fakta itu memang benar adanya. Namun, jangan menjadi mitos sehingga kita semua, stakeholders, tidak berbuat banyak. Untuk menghadapi globalisasi, meningkatnya kompetensi UMKM adalah harga mati. Saya justru menduga, angka ekonomi UMKM yang disebutkan di atas adalah hasil murni apa yang dilakukan mereka selama ini.Atau kalaupun ada pengaruh kebijakan dan upaya pemberdayaan, masih belum besar. Memang belum ada riset yang menggambarkan ini.

Namun, secara sederhana dapat kita lihat betapa masih banyak UMKM selama ini seperti rumput liar tak terurus. Ada yang terurus, tapi terlalu banyak yang mengurus dengan berbagai insentif yang banyak juga. Ini terjadi karena tidak adanya database UMKM yang terpusat dan menjelaskan lembaga mana yang membina UMKM mana. Meski demikian, masih tersisa ruang optimisme. Survei HSBC 2010 yang baru-baru ini dirilis menyatakan, 70% UKM percaya ekonomi Indonesia akan stabil atau justru meningkat. Sementara 73% UKM berencana mempertahankan, bahkan menambah investasi.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, 96% UKM tidak memiliki rencana untuk mengurangi karyawannya, bahkan 20% di antaranya berencana menambah jumlah karyawan. Dari sisi transaksi internasional, kebutuhan UKM untuk melakukan transaksi internasional dalam dua tahun ke depan akan meningkat sebanyak 11%.

Dari Warisan Menuju Inovasi

Ketika kami berkunjung dan berdiskusi dengan UMKM yang sukses, ada beberapa kata kunci yang dapat diambil. Salah satunya adalah betapa banyak UMKM yang hanya mengandalkan kemampuan berdasarkan warisan, apa yang diajarkan orang tua atau pelaku usaha awal.Inovasi dan manajerial usaha yang bagus masih jauh. UMKM yang sukses selalu mampu keluar dari pola lama warisan ke inovasi dan pengembangan kompetensi. Karena itu, ada beberapa hal yang wajib dipenuhi agar kompetensi UMKM terpenuhi. Pertama, manajerial yang baik.

Sesederhana apa pun, manajerial adalah kata kunci, secara individu maupun organisasi, ketika hendak meraih kesuksesan. UMKM harus mau belajar dan bagi yang telah sukses, mau berbagi. Stakeholders terkait harus bergerak memberikan edukasi dan berbagai pelatihan untuk mendorong agar terpola sistem manajerial UMKM yang baik. Kedua, jejaring (networking) yang luas. Soal ini bisa dilakukan dengan membangun komunitas dan sering ikut dalam berbagai pameran. Ketiga, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi sangat erat kaitannya dengan jejaring, promosi, pelayanan dan kualitas produk. Keempat,inovatif menciptakan produk potensi lokal sebagai keunggulan usaha. Kita banyak melihat ke luar dibanding ke dalam. Padahal banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan.

Hanya saja, problemnya di pemasaran dan kemasan. Kelima, membangun pasar bagi produk unggulannya. Untuk membangun potensi lokal tersebut, ada beberapa kebijakan yang dapat dilakukan. Pertama, pengembangan program One Village One Product (OVOP). Pengembangan ekonomi komunitas berdasarkan potensi ekonomi dan produk daerah tersebut. Kedua, memberikan pelatihan pembina (konsultan diagnosis/ pembimbing) UKM guna membina perbaikan manajemen UKM. Ketiga, meningkatkan kemitraan antara BUMN,BUMD, atau swasta dengan UKM.Keempat, pemerintah daerah dan stakeholdersdaerah memberi dukungan brand lokal menjadi brand nasional bahkan internasional.Untuk itu harus dilakukan penguatan sinergi antara pemerintah dan UMKM untuk mengangkat potensi lokal.

Dari sisi pembiayaan, peran Bank Perkreditan Daerah dalam intermediasi perlu ditingkatkan. Dari sisi kesiapan dan kesinambungan pengembangan produk lokal diperlukan upaya pengembangan keterampilan generasi muda daerah agar mampu mendukung UMKM untuk peningkatan ekonomi lokal. Di luar itu semua, ini merupakan peran pemerintah pusat atau daerah yang juga harus didukung swasta, adalah percepatan pengembangan infrastruktur di daerah.Karena problem UMKM di daerah yang paling menonjol adalah kesiapan infrastruktur yang selama ini cukup membebani biaya operasional UMKM.

Saya menyadari, kecemasan hanya akan sekadar kecemasan tak bermakna jika kita semua tidak bergerak dari sekarang dan dari hal yang mungkin dilakukan.Mari bersinergi dan menentukan apa yang harus masing-masing kita lakukan. Ini penting, karena selama pola pemberdayaan UMKM masih tumpang tindih, saudara kita itu sulit bertumbuh. (*)

Sandiaga S Uno
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM dan Koperasi
Sumber : okezone.com

10 Langkah Bisnis Sukses

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.

1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.

2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.

3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.

4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.

5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.
6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.

7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.

8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.

10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

Kamis, 13 Januari 2011

Batik

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kainmalam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

Etimologi

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

Sejarah teknik batik

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di TiongkokDinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4] Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir,serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

Budaya batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. [id.wikipedia.org]

Cipta Karya Seni Batik Indonesia

Batik Indonesia merupakan wujud hasil cipta karya seni, diekspresikan pada motif kain untuk pakaian, sarung, jarig dan kain dekoratif lainnya dibuat dengan proses mempergunakan "malam" dan canting untuk batik tulis. Awal pengenalan batik di Indonesia melalui proses asimilasi kebudayaan pendatang Cina dan India, kemudian dengan penduduk pribumi. Sejalan dengan perkembangannya nilai sosial dan budaya bangsa Indonesia, Batik hasil karya seni tumbuh dan berkembang menjadi kekayaan nasional bernilai tinggi.

Pemakaian batik bertalian erat dengan peristiwa, status sosial dan lambang budaya dengan demikian batik tumbuh menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi tinggi menjadi sumber penghasilan, mendorong tumbuhnya disain baru serta penganekaragaman penggunaan bahan baku, bahkan telah dapat memberikan kontribusi berarti dalam ekspor nonmigas.

Batik mengandung unsur seni, kerajinan tangan dikerjakan para wanita sejak dahulu menggunakan alat sederhana canting dan pewarna alami dari tumbuhan. Kegiatan industri berkembang pesat, kemudian batik secara massal dihasilkan melalui proses pembatikan menggunakan cap, pewarnaan pengaruh dari negara maju, tanpa meninggalkan nilai timur yang tinggi dan masih tampak pada unsur pengerjaan tangan secara terampil menonjolkan kehalusan karya seninya.
 
Copyright © 2013 ThamrinCity
Design by FBTemplates | BTT
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube