BREAKING
  • Seorang Pemenang

    Seorang pemenang takkan pernah berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha takkan pernah menjadi seorang pemenang

  • Orang Sukses dan Orang Gagal

    Orang sukses berbuat untuk memulai. Orang gagal berpikir untuk memulai.

  • Jangan Hanya Sukses

    Janganlan berusaha menjadi orang sukses saja, tetapi berusahalah menjadi orang yang penuh dengan peluang

  • Lakukan Apa Yang Harus Di Kerjakan

    Buatlah daftar apa yang harus kita kerjakan hari ini, awali dengan doa dan rasa syukur karena kita masih mempunyai kesempatan untuk berbuat dan berubah menjadi lebih baik

Rabu, 12 Januari 2011

Peluang Usaha Keripik Buah dan Kripik Sayur

Tidak terasa 5 tahun lebih kami telah mencetak ratusan pengusaha keripik buah dan keripik sayur di Indonesia dan beberapa negara. Kami bangga dengan hal ini, karena selain bisa membuka lapangan kerja, juga mampu meningkatkan nilai komoditi buah dan sayur menjadi keripik

Ratusan pengusaha keripik buah dan keripik sayur telah kami bantu pengadaan mesinnya. Mereka tidak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari Malaysia, Mesir, Yordania, dll. Ternyata mesin Indonesia juga dihargai di negeri tetangga.

Bagi Anda yang berminat dengan peluang usaha ini, kesempatan masih terbuka lebar. Anda bisa meningkatkan nilai ekonomis buah dan sayur di sekitar Anda dengan mesin vacuum frying penggoreng keripik buah dan sayur.

Kelebihan menggunakan mesin kami antara lain :
1. Money Back Guarantee
2. Mesin teruji lebih dari 10 tahun
3. Dukungan team berpengalaman
4. Garansi 2 tahun

Lebiuh detail tentang peluang usaha keripik buah dan sayur ini, Klik Mesin Produksi .com

Salam sukses
Harli Nugroho (Assistant Director)

Selasa, 11 Januari 2011

Kisah Sukses Haji Siri berhasil melalui Buah Markisa

Konon kabarnya markisa merupakan tanaman yang berasal dari Brazil dan menyebar sampai ke Indonesia, di negara asalnya markisa tumbuh liar dihutan-hutan basah yang mempunyai ratusan species Passiflora. Di Indonesia, markisa banyak ditemukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung dan Sulawesi Selatan. Terkait dengan kesehatan, banyak sekali manfaat buah ini. Buah markisa kaya akan vitamin khususnya vitamin C dan vitamin A, dari hasil penelitian laboratorium, markisa mengandung vitamin C dosis tinggi dan antioksidan. 

Disamping merupakan komoditas buah yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar, markisa juga di konsumsi dalam bentuk olahan baik dalam bentuk Juice, sari buah maupun selei.

Seperti halnya Sumatera Utara, Sulawesi Selatan juga dikenal berbagai olahan buah markisa seperti yang dilakukan oleh H. Muhammad Siri salah satu produsen sirup markisa berlabel “Bola Dunia”. Kerja keras, ketekunan, dan tak mudah putus asa adalah prinsip pemilik CV Citra Sari dalam membesarkan usaha pengolahan buah markisa menjadi sari markisa dan hasilnya sangat mengagumkan. Kendati masih menggunakan peralatan yang sederhana namun produknya telah mampu menguasai pasar lokal, Jawa bahkan telah di ekspor..

Haji Siri demikian akrab disebut, merupakan bapak dari 9 orang anak memulai usahanya dengan menjual barang pecah belah. Selama 10 tahun berusaha dirasakan tidak mengalami kemajuan yang significan, dan dipicu oleh krisis yang terjadi tahun 1997 hasil yang diperoleh pun semakin merosot. Oleh karenanya pak H Siri kemudian berpikir untuk beralih usaha dengan produk yang tidak tergantung dengan gejolak nilai tukar mata uang yang pada saat itu memang menjadi bahan pembicaraan dilingkungannya. Dari pemikiran yang sederhana disertai dengan dukungan seluruh keluarga besar dipilihlah usaha sari buah markisa yang memang banyak terdapat didaerahnya.

Usaha pengolahan buah markisa mulai dijalankan pak H Siri tahun 1997 dengan bermodal dari sisa penjualan barang pecah belah ditambah tenaga kerja dari istri dan anak-anaknya. Prose produksinya pun masih sangat sederhana, hanya menggunakan pisau dan sendok sebagai alat pengeruk buah markisa. Awalnya, uji coba produk hanya dilakukan di lingkungan tempat tinggalnya.

Walaupun respons yang diberikan tetangga di lingkungannya cukup bagus, H. Siri kesulitan untuk memasarkan produknya lebih luas. “Pada periode tersebut pemasaran sangat susah. Bahkan, tidak semua toko yang mau dititipi produk sari markisa untuk dijual,” jelasnya.

Namun demikian, H. Siri tidak putus asa. Periode 1996-2000 merupakan masa penuh ujian dan kerja keras bagi H. Siri untuk mengenalkan dan memasarkan produknya di wilayah Kota Makassar. Beruntung, di kota Angin Mamiri tersebut H. Siri mendapat pembinaan dari dinas Perindag Propinsi yang secara intensif memberikan pelatihan kepada pelaku-pelaku usaha yang dinilai potensial untuk berkembang, dari situlah kemudian pengetahuan yang didapat diterapkan diperusahaannya. Kami juga pernah mendapat pelatihan dari orang Kanada urainya, sehingga kami mulai mengerti cara mengukur kadar gula dalam buah markisa secara cepat.

Kini H. Siri menikmati hasil kerja keras dan keuletannya. Walaupun masih berpenampilan sederhana , usahanya telah mampu menyerap tenaga kerja hingga 50 orang. Saat memulai hanya mampu menjual 25 s/d 35 botol perhari sekarang produksi rata-rata perhari 800 botol bahkan jika bulan puasa tiba ataupun hari-hari besar lainnya bisa 10 kali lipat. Predikat haji yang disandangnya pun merupakan hasil kerja keras dari mengolah buah markisa…….(rp-piumkm)

Ir Mursalim, Berjuang dengan Rumput Laut

Banyak suka duka yang dialaminya walau terjun dalam mengelola bisnis relatif masih baru. Selama 5 tahun lebih mengelola bisnis rumput laut yang unik dengan persaingan yang sangat keras, bahkan nyaris tergilas saat mulai merintis bersama dengan sahabat-sahabatnya. Seperti yang diceritakannya kepada penulis: “Waktu itu kami memulainya dari rasa kepedulian kami terhadap para petani budidaya yang selalu lemah posisi tawarnya.”

Lemahnya posisi tawar utamanya karena pedagang yang membeli rumput laut tersebut tidak pernah memberi informasi yang akurat tentang kadar air yang diperlukannya serta kadar kotoran yang terdapat pada rumput laut tersebut. Kadar air diukur secara manual dengan menggunakan genggaman tangan, sedangkan kadar kotoran hanya berdasarkan visual. Kedua ukuran tersebut sangat normative. Ukuran normatif tersebut dapat berbeda menurut waktu, tempat dan pembeli. Ukuran normatif yang demikian menyebabkan petani tidak mempunyai hak tawar terhadap komoditas

Akibatnya harga rumput laut pada tingkat petani relatif rendah dan tidak seragam antara satu pembudidaya dengan pembudidaya yang lain. Tidak simetrisnya informasi ini mendorong petani menangani produk hasil panen rumput lautnya tidak menurut permintaan konsumen.
Berawal dari pengalamannya semasa menjadi aktivis mahasiswa di Universitas Hasanudin, jaringan LSM dan mengelola BDSP Mattirotasi di Sulawesi Selatan, memberikan tekat yang kuat dari dirinya untuk memberdayakan masyarakat petani di lingkungannya untuk hidup mandiri dan dapat mencukupi kebutuhan hidup sendiri.

Di jajaran petani rumput laut Sulawesi selatan, nama Mursalin tidak asing lagi. Berusia muda tidak lebih dari 40 tahun, dengan pembawaannya yang low profile, bicaranya ceplas-ceplos dengan logat Makassar yang masih kental, senyumnya tak lekang dari bibir, dia mempunyai catatan panjang dalam bisnis yang unik ini. “Proses pendampingan yang kami lakukan di berbagai daerah kepada kelompok tani merupakan salah satu proses pembelajaran yang secara tidak langsung bermanfaat bagi kami dalam mengelola bisnis ini,” ujarnya. Ditambahkannya bahwa relationship adalah kunci utama kesuksesan dalam suatu bisnis, Relationship dengan pelanggan memerlukan saling pengertian, saling percaya dan tidak mencederai satu sama lain dalam proses jual beli yang dinamis.

Kendala memulai usaha bahkan kegagalan dalam usaha adalah hal biasa. “Kita harus bangkit dan mencari terobosan baru atau inovasi baru. Harus jeli melihat competitors atau pesaing kita, mengapa mereka bisa sukses, dimana kelebihannya. Apakah faktor harga, kualitas, inovasi atau servicenya ? Itu yang harus selalu kita diskusikan bersama teman-teman,” ujarnya. “Rumput laut mulai langka di pasaran akibat hujan yang berkepanjangan dalam tahun ini. Akibatnya harga mulai naik menjadi sekitar Rp 7.000 – Rp. 8.000 per kilogram, Di satu sisi kami harus menyadarkan kepada kelompok petani kami untuk tidak terlalu ikut-ikutan menaikkan harga, tetapi di lain pihak kami juga menjelaskan kepada pabrikan yang menjadi pelanggan kami untuk memberikan insentif kepada petani agar proses transaksi di kemudian hari oleh petani tidak terganggu hanya karena kualitasnya menurun.”

Saat ini dia tergabung dalam sebuah usaha bersama dengan para sahabatnya yang diberi nama “Celebes Seaweed Group” yang beralamat di Jalan Manunggal 31 No.93, Makassar, dan telah berhasil menguasai pasar di Sulawesi Selatan, khususnya untuk rumput laut jenis Gracilaria dan secara kontinyu telah meng ekspor ke China. “Kami pernah diundang ke sana (China) untuk melihat-lihat industri pengolahan rumput laut. Kita seharusnya mencontoh keberhasilan mereka dalam mengembangkan industri pengolahannya, tidak selalu hanya mengekspor bahan baku saja. 

Kami siap membantu Pemerintah bila ingin memajukan industri pengolahan di Makassar, tapi tolong juga dipertimbangkan penyiapan industri pendukungnya dan kebijakan-kebijakan yang kondusif baik bagi petani maupun industrinya sendiri agar mampu bersaing dalam harga dan kualitasnya. Tidak seperti sekarang ini infrastruktur pendukung pengolahan rumput laut banyak tersebar di pulau jawa, sedangkan kami disini babak belur untuk menyangga agar harga rumput laut sesuai dengan keinginan petani budidaya dan kemampuan dari pabrikan.”

Akhir kata saat menutup perjumpaan, dengan kerendahan hatinya dia menyatakan “Apalah artinya saya jika tidak didukung oleh para sahabat di sekeliling saya”. Demikianlah sosok Mursalin yang penulis kenal, seorang pekerja keras, teguh dalam berkomitmen dan sangat idealis. (Rp-PIUMKM)

TOKOH KAMPOENG BATIK KAUMAN

H. Fatchur Rachman Noor biasa dipanggil Tokman adalah pengusaha Batik yang sukses dari Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan. Mulai terjun ke bisnis batik tahun 1974 sebagai generasi ke dua dari generasi  sebelumnya sebagai pengusaha batik , meneruskan bisnis ayahnya sebagai pembuat sarung dan kain panjang. Dari 12 saudaranya hanya 6 orang yang terjun ke dunia batik.

Dari pandangan, pengamatan  dan temuan – temuan dunia perbatikan di Pekalongan  ternyata usaha batik Pekalongan tidak boleh besar dan dituntut proses pembuatannya tradisional,  maka beliau  dalam menggeluti usahanya memfokuskan diri pada produksi saja.

Sedangkan untuk pemasaran sudah ada bakul – bakul yang datang ke rumahnya untuk membeli , karena  ingin lebih memperluas pangsa pasar maka beliau membuka outlet - outlet antara lain di Pasar Grosir Setono dan melalui internet di www.batiknulaba.multyply.

Di tangan beliau perusahaan batiknya semakin sukses dan cukup terkenal di kalangan pengusaha batik di Pekalongan dan sudah punya brand Batik Nulaba.

Ciri khas batik Nulaba adalah bercorak  kontemporer dan fashionable ,selalu mengikuti trend masa kini . Dari pengalaman memproduksi batik kalau  mengikuti pakem batik perlu biaya tinggi sedangkan batik saat ini kalah bersaing dengan batik printing.  Bahan baku yang yang digunakan  sebagian besar dari kain prima yang bagus untuk baju karena adem jika dipakai. Produknya berupa pakaian wanita, hem pria, daster - daster, sprei, berbagai tas dan handicraft lainnya.

Sampai saat ini bisnis batik H. Fatchur Rachman memiliki pegawai 60 orang dengan produksi 250 kodi per hari, 10.000 yard per bulan, harga pruduk batiknya berkisar antara Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,- per potong.

Untuk lebih memotivasi para pekerjanya Pak Tokman menerapkan sistem kerja borongan dalam satu minggu hanya bekerja 4 hari, dan hasilnya lebih produktif , pekerjanya lebih semangat karena ada waktu 2 hari untuk bekerja sampingan atau berkumpul dengan keluarga.

Menciptakan alat pencelup yang ramah lingkungan
Sebagai seorang yang kreatif tidak pernah berhenti untuk berinovasi. Pada tahun 1993 beliau berkolaborasi dengan ahli pembuat roll dan ahli mekanik menciptakan alat pencelup. Alat tersebut fungsinya sangat luar biasa yaitu ramah lingkungan, produktivitas bisa meningkat, tenaga kerja bisa ditekan, siklus kerja lebih teratur, aspek kecepatan kerja, meningkat,hasil produksi lebih bagus. Harga alat tersebut sekitar 20 jutaan. tapi jika dibandingkan manfaatnya yang sangat besar tidak terlalu mahal.

Sebagai orang yang sangat peduli kepada lingkungan beliau mempromosikan dan mengajak  agar para pengusaha batik menggunakan alat pencelup tersebut, tapi usahanya susah diikuti karena masih banyak pengusaha batik yang belum peduli lingkungan , sekian banyak  industri batik baru satu orang produsen yang mengikuti jejaknya yaitu pengusaha Batik Tobal.

Dalam menjalankan bisnis batiknya beliau sangat memperhatikan lingkungan terutama masalah pencemaran limbah batik, maka jika kita mengunjungi pabriknya bisa dilihat proses pembuatan batiknya sudah menggunakan penampungan limbah batik dan limbah batiknya bisa di gunakan lagi untuk batik yang kualitas lebih rendah, ……… .sistem daur ulang.

Sejarah terbentuknya paguyuban Kampoeng Batik Kauman
Dengan adanya Industri batik yang  hancur dari tahun 1975 sampai tahun 1985  banyak pabrik - pabrik yang tutup , persaingan tidak sehat dan teknologi perbatikan hampir tidak bisa berkembang.  Warga Kampoeng Kauman  merasa prihatin dengan kondisi tersebut, tahun 1985 warga Kampoeng Kauman mulai mempunyai spirit untuk merubah keadaan dan didukung oleh fasilitas dari pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali batik Pekalongan ke zaman keemasan nya lagi. Dengan dukungan promosi pameran ke luar negeri, mendatangkan desainer - desainer dari Jakarta  industri batik mulai menggeliat lagi.

Dengan dukungan Walikota Pekalongan pada acara ulang tahun Koperasi 12 Juli 2008 Paguyuban Kampoeng Batik Kauman terbentuk dan diresmikan oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla.

Paguyuban Kampoeng Batik Kauman, sebuah paguyuban dari komunitas pengusaha & pengrajin batik , pelajar , masyarakat Kauman dan sekitarnya, Sekretariat Kampoeng Batik Kauman ada di Jl.Kauman X/1 Kota Pekalongan.

Dengan kerja keras dan semangat kebersamaan masyarakat Kampoeng Kauman sangat peduli  terhadap perlunya teknologi informasi, perlunya menangani limbah batik  dan perlunya ikut pelatihan - pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM nya. Bisa dilihat hasilnya bagaimana lingkungan Kampoeng Kauman saat ini berbeda sekali sudah ada penanganan limbah batik , sudah berdiri Telecenter Kampoeng Batik Kauman  sebagai tempat untuk berkumpul,  tempat  diskusi  menyalurkan aspirasi masyarakat, dan yang cukup penting untuk mempercepat bisnisnya secara on line. Pembentukan Telecenter  difasilitasi oleh Pemerintah Kota Pekalongan dengan memberikan seperangkat Komputer dan jaringan internetnya. Juga ada pendampingan untuk mengelolanya.

Pak Tukman sebagai Penasehat Paguyuban Kampoeng Batik Kauman merasa bangga dan akan terus membangun Kampoeng Batik Kauman bersama warganya dan mempunyai rencana dalam waktu dekat akan mereposisi pengurusnya untuk lebih memajukan masyarakat Kampoeng Batik Kauman.

Konsep dagang yang halal
H. Fatchur Rachman Noor ayah dari 5 orang putera ini adalah seorang pengusaha batik yang sukses, sangat rendah hati, suka humor dan punya hobby olah raga dan menyanyi.  Dan dalam bisnisnya selalu menekankan bisnis yang halal yang diterapkan dalam semua bisnisnya dengan cara selalu menuliskan harga pada barang yang dijualnya, salah satunya bisa dilihat pada bisnis barunya yaitu restauran  Pande Rasa , di restoran yang dirintisnya ini  harga-harga makanan sudah diketahui sebelum pengunjung pesan makanannya.  Cara-cara seperti itulah yang ditekankan kepada keluarganya agar bisnis apapun  yang digelutinya harus mengutamakan kejujuran. (is-piumkm)

Thamrincity Sebagai Pusat Batik Nusantara

Pusat belanja Thamrin City kini telah menjadi Pusat Batik Nusantara begitu terbukti menghasilkan omzet miliaran rupiah melalui pameran batik setiap akhir mingunya.

CEO PT Jakarta Realty, pengembang Thamrin City, bapak Hadi Satyagraha mengaku pihaknya memperoleh omzet sampai Rp 3,5 miliar pada pameran batik yang dimulai dari 14 November 2009. Pedagang yang ada hingga mencapai 4.750 orang dan jumlah pengunjung mencapai 31 ribu.

“Pada saat itu pameran batik hanya diadakan beberapa hari saja dalam seminggu, tapi karena animo masyarakat positif makanya akan digelar setiap hari melalui peresmian Pusat Batik Nusantara,” kata Hadi saat peresmian Pusat Batik Nusantara oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Thamrin City, Jakarta, Kamis, 4 Februari 2010.
Hari harinya, Hadi mengklaim, Pusat Batik Nusantara Thamrincity menghasilkan omzet sebesar Rp 75,6 juta dari 101 pedagang dengan total pengunjung mencapai 656 orang.

Dari kuantiti masyarakat Indonesia yang besar merupakan pasar potensial bagi produk dalam negeri untuk berkembang. “maka dari itu, kita harus memanfaatkan kesempatan uang tersedia agar produk dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bersaing dengan produk impor,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.

Untuk mensupport, Mari mengaku pemerintah akan berupaya mengawasi produk batik asing terutama China untuk meningkatkan perlindungan terhadap hak cipta dan pasar produk batik Indonesia.

“Jadi tidak perlu takut dengan corak batik dari China, karena batik indonesia terus berkembang dan dinamis serta bervariasi,” ujarnya.

Selain Pusat Batik Nusantara, Thamrin City juga akan mengembangkan konsep serupa dengan menghadirkan Pusat Jamu Tradisional Nusantara, Pusat Batu Mulia Nusantara, dan Pusat Cendera Mata Nusantara.

Pusat Batik Nusantara menghadirkan batik dari seluruh Indonesia, seperti Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, dan Madura.

Melalui Pusat Batik Nusantara, Hadi menyatakan konsumen akan mendapatkan harga batik yang lebih murah karena penjual langsung dari pengrajin daerah.

“Pameran pusat batik nusantara ini sengaja harus diikuti langsung oleh kalangan pengrajin dari UKM sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek dan harga menjadi lebih kompetitif dibandingkan produk impor yang murah”

Agrobis UMKM Tanaman Jarak Kepyar

Sejak awalnya KADIN UMKM sudah melaksanakan komitmen untuk menggerakkan Ekonomi Pertanian, pada edisi yang lalu telah disampaikan kerjasama KADIN UMKM Jatim dengan PT.Agrotek Global Nusantara  yang mengolah serat Fiber Tanaman Kenaf untuk bahan baku komponen mobil, kertas, pulp, karpet geotekstil dan bahan peredam suara. 
Lahan pertanian yang masih terbentang luas merupakan potensi yang belum banyak dikembangkan, banyak jenis tanaman komersial yang memerlukan lahan.  Pada edisi ini disampaikan peluang kerja, usaha dan investasi dalam penanaman tanaman Jarak. 
Kerjasama dibidang Agro telah dilakukan KADIN UMKM JATIM dengan CV.Joyo Multi Agro dalam pengadaan Biji Jarak Kepyar ( Ricinnus communis L) selaku pelaksana sosialisasi tanaman jarak kepyar dari PT.Kimia Farma untuk kebutuhan bahan baku minyak industri seperti minyak pelumas, cat , surfactant, dispersan, kosmetika, coating, nylon-11 dan urethane..

Tanaman jarak kepyar dan jarak pagar memiliki  prospek yang sangat bagus dimasa depan dengan adanya pabrik pengolahan seperti yang dimiliki oleh Kimia Farma di Semarang. kebutuhannya terus meningkat dan pengadaannya dapat terus menerus dilakukan, sementara sumber energi dari minyak dan batu bara bila habis tidak dapat diperbaharui. Minyak jarak atau castor oil mengandung trigliserida asam asam lemak terutama asam ricinoleat dengan konsentrasi 89,5%-b sehingga sering disebut trigliseda asam ricinoleat.

PT Kimia Farma Tbk telah menggandeng, Green Food, sebuah perusahaan China untuk melakukan investasi minyak jarak di Indonesia dengan total nilai sekitar US$200 juta. Menurut Direktur Utama perseroan M. Syamsul Arifin, di Beijing, saat ini China ingin mengembangkan minyak jarak yang memiliki dua jenis yakni jarak kepyar dan jarak pagar yang banyak terdapat di Indonesia.

Kebutuhan Kimia Farma atas bahan baku jarak kepyar dalam setahun mencapai 6.000 ton. Guna memenuhi kebutuhan ini  KADIN UMKM JATIM telah berhasil mengkoordinir para petani anggota yang telah melakukan penanaman terhitung sejak Bulan Desember 2009  sampai Ferbruari 2010 dibeberapa kabupaten yang diperhitungkan akan dapat dipanen antara bulan Juni sampai Oktober 2010 dengan target sebanyak 5.800 ton, harga per kilogram akan dibeli sampati digudang Semarang Rp.3.000,-.

Saat ini sudah ditanam oleh para petani anggota KADIN UMKM di kabupaten Pacitan seluas 168 Ha, Trenggalek 730 Ha, Blitar 25 Ha, Madiun 325 Ha, Magetan 10 Ha, Kediri 40 Ha, Ngawi 90 Ha, Nganjuk 35 Ha, Sidoardjo 25 HA, Gresik 10 Ha, Jember 112.5 Ha, Probolinggo 145 Ha, Batu 150 Ha, Bangkalan 100 Ha, Lamongan 5 Ha, uban 6 Ha, Wonogiri 20 Ha, Sumenep 102,5 Ha, Malang 60 Ha, Situbondo 200 Ha, Bondowoso 100 Ha, Besuki 160 Ha.     

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melarang penggunaan jenis tanaman konsumsi makanan rakyat untuk dijadikan bioenergi seperti kedelai dan jagung. Jarak dinilai sangat cocok untuk digunakan sebagai sumber energi karena tidak bisa dimakan. Kelebihannya selain sebagai bahan bakar tanaman ini mengandung racun sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat, berbeda dengan kedelai dan jagung yang bisa dimakan. Selain itu minyak jarak adalah minyak yang sangat tahan terhadap cuaca dingin sehingga tidak mudah beku jika di ekspor ke China, jika dipanaskan pada suhu 200 derajat celcius masih stabil.

China yang sangat haus energi membutuhkan jarak pagar sebab tanaman ini tidak cocok ditanam di China karena tumbuh di lahan-lahan gersang seperti yang ada di sejumlah wilayah di Jawa, NTT, dan NTB.  Jarak pagar biasanya digunakan untuk bioenergi sedangkan jarak kepyar untuk industri kimia seperti pabrik cat, pabrik kosmetik, farmasi, serta bubur kertas. Kimia Farma sudah pengalaman sejak 1971 mengembangkan minyak jarak kepyar, oleh sebab itu mau bermitra dengan China yang sedang mencari mitra investasi. Kerjasama ini  akan mengembangkan sekaligus dua jenis tanaman jarak mengingat keduanya memiliki fungsi dan manfaat yang banyak dan menguntungkan.
Kimia farma sudah memiliki pabrik pengolahan minyak jarak yang berlokasi di Semarang dan telah memiliki kebun pembibitan.Kebun pembibitan tersebut dinilai masih kurang dan masih mengembangkan perkebunan rakyat yang tersebar di Wonogiri, Grobogan, jember, Situbondo, mataram, dan Bima.Ia berharap dengan adanya kerjasama dengan perusahaan China akan bisa mengembangkan lahan sendiri dengan volume yang besar sehingga mampu mengembangkan minyak jarak kepyar dan pagar. Nantinya sekalipun telah memiliki lahan perkebunan yang besar PT.Kimia Farma  tetap membutuhkan jarak dari para petani yang selama ini menjadi pemasok.
 
Copyright © 2013 ThamrinCity
Design by FBTemplates | BTT
    Twitter Facebook Google Plus Vimeo Flickr YouTube